Fahrradtour Jatirasa

Höhenprofil (22 m bis 634 m)

Höhendifferenz

612 m

Gesamtanstieg

1.765 m

Gesamtabstieg

1.761 m

GPSies-Index 15,72 ClimbByBike-Index 122,86 Fiets-Index 0,32


Über diese Strecke

Qualität der Strecke
Länge
118,67 km
Geo-Koordinaten
7432 (41 Teilstrecken)
Angezeigt
9 mal
Herunter geladen
0 mal

Bewertungen

Landschaft
(0)
Anspruch / Kondition
(0)
Technik
(0)
Spaßfaktor
(0)
Strecken-Beschreibung
(0)
Rundkurs

118,67 km

Aktivität, geeignet für

Download als
Entfernung mit Geländesteigung
Strecke melden
Keine Reduzierung, alle Punkte werden ausgeliefert (Anzahl der Punkte: 7432)
  • oder

 

Strecke glätten
Beschreibung der Strecke

Touring Exercise 120 km - Bekasi - Nawit - Jonggol - Gn Batu - Sukamakmur - Jonggol - Nawit - Bekasi

Start terlalu siang jam 08:00 karena mendadak ada kerjaan yang harus dituntaskan. Sementara 3 kawan sudah menunggu :  Kang Marjohan sudah menunggu di Pertigaan Setu, dan Stephanus dan Fajar G dari Cikarang sudah menunggu di Nawit, akhirnya mereka menunggu di Jonggol

Saat sampai Base Camp Asem, Rombongan Kang Wono juga gobar di jalur yang sama. Saya diminta duluan, karena mereka masih menunggu sepeda yang diservis. Tak lama sampai Setu mereka sudah menyusul. Saya tidak bertemu Kang Johan di Setu, dan terus melaju, Saya beriringan dengan mereka sampai Nawit. Jam 9:15 aku baru sampai Nawit. Beberapa saat kang Johan menyusul.

Saya restart duluan di Nawit, lepas Nawit saya sempat kraam sebentar dan dibantu kang Johan, sambil memperbaiki hand fag saya yang rusak, karena tidak ada parts, dibebat dengan karet ban dalam.

Saat di Jonggol rombongan Kang Wono sudah menyusul dan saya tertinggal.  Bersama mereka Ibu Rita Grand Wisata, yang gowesnya juga cepat dan bersemangat .

Selepas Jonggol - Cigekbrong di km 40 saya kembali kraam cukup parah, merasakan sakitnya sepertinya saya sudah tidak mampu lagi meneruskan Gowes apalagi di depan jalanan makin menanjak...lihat saja di Grafik. Saat kraam tiba-tiba hujan deras, saya dipapah Kang Fajar G ke warung terdekat, sementara Stephanus membereskan sepeda saya yang tergeletak kehujanan di tepian jalan. Kaki kanan rasanya sakit sekali, mungkin   saya kurang berlatih beberapa waktu ini, memaksakan diri langsung gowes jarak jauh, terlalu terburu-buru kurang pemanasan, kurang istirahat malamnya, sengatan panas, atau kurang asupan air dan garam elektronit. Mungkin kombinasi dari semua itu yang membuat saya kraam. Steph saya minta menyemprot YB Spray cukup banyak, dan dia juga mencarikan es batu buat mengkompres kraam kaki kanan saya, yang ototnya keras dan kaku. Saya sempat tertidur sambil memulihkan kaki kanan – kiri yang kraam.

Kang Marjohan telah melaju ke depan, tidak bisa saling berkabar karena tidak ada signal. Ada pesepeda dari arah Gn Batu yang mengabarkan Kang Marjohan menunggu di Masjid. Untungnya 2 kawan saya ini santai saja, sementara saya merasa bersalah telah menghambat perjalanan.

Dua jam kemudian hujan reda, saya merasa kembali bugar, kraamnya pun sudah pulih 95%, dan hawa huajn membuat saya kembali bersemangat, cuaca dingin juga mengurangi resiko kraam.

Kami kembali melaju dengan penuh semangat, jalanan terus menanjak sopan. Kelok 14 turunan di depan juga membuat kami terus bersemangat. Setelah Kelok 14 hujan kembali turun, dan di sebuah masjid kami lihat sepeda kang Marjohan. Jam sudah menunjukkan 15:00. Saya bergegas ke masjid menunaikan kewajiban sekaligus Dhuhur – Ashar bersama kang Marjohan.

Kami kembali melaju ke arah Gunung Batu, dihadang tanjakan-tanjakan yang bisa kami lalui dengan sempurna. 40 menit kemudian kami sudah sampai Warung Sop Iga Gn. Batu, sesuai rencana Pitstop. Hanya saya dan Kang Johan yang menikmati segar dan nikmatnya Sop Iga hidangan Warung Ibu Rosna. Stephanus dan Fajar G berpisah dengan kami di sini, mereka ingin lebih cepat sampai rumah, sementara kami berdua, masih ingin menikmati perjalanan dan mungkin akan terus ke Gn. Pancar.

Jam 17:15 kami menuruskan perjalanan menanjak ke Gn. Batu yang kondisi jalannya sedang semrawut dan kotor karena sedang proses konstruksi untuk pelebaran dan pengecoran. Kalau teman-teman  datang kesini sebulan lagi pasti kondisinya sudah rapi jail.

Menuju ke Sukamakmur konturnya rolling walaupun cenderung turun, jaraknya 10 km dari Gn Batu. Disana saya break untuk minum air kelapa dan menanyakan kondisi jalan ke Gn. Pancar melalui Babakan Madang.Karena kondisi jalan sebagian batu lepas dan rusak, sementara cuaca kurang mendukung, saya putuskan kembali ke Bekasi.

Walau misi ke Gn Pancar lewat Babakan Madang belum tuntas kali ini, saya ingin mengulang tapi tidak melalui Gn Batu untuk menyingkat waktu. Saya merencanakan Next Event : Gladiator DAudaxxx di jalur ini, tanjakan sopan panjang, jalan sepi, turunan terjal dan panjang, jalan rusak, semuanya kombinasi yang menarik untuk dihadapi dan m3enguji nyali para Gladiator.

Proposed  Next Event : Gladiator DAudaxxx Trek 150 km - Bekasi - Nawit - Jonggol - Gn Batu - Sukamakmur – Babakan Madang – Gn Pancar – Sentul  - Cikeas -  Bekasi

=====

Es sind noch keine Kommentare vorhanden.

Melde dich an, um einen neuen Kommentar zu schreiben

Koordinaten des Startpunktes

S 6°17.361' E 106°58.522'
S 6°17'21.685" E 106°58'31.378"
N -6.28935700 E +106.975383

Koordinaten des Endpunktes

S 6°17.093' E 106°58.677'
S 6°17'05.590" E 106°58'40.648"
N -6.28488620 E +106.977958

Weitere Infos unter: Link zu uns

Falls du von deiner Webseite auf diese Strecke verlinken oder als iFrame einbetten möchtest, dann kopiere einfach folgenden Codeschnippsel und binde ihn an einer beliebigen Stelle in deinem Quellcode ein:

kopieren
kopieren
kopieren
kopieren
  • QR Code - Track To Go
    QR Code
  • QR-Codes sind zweidimensionale Barcodes, die jedes Gerät interpretieren kann, auf dem eine QR-Code-Software installiert ist. Lade dir die URL dieser Strecke einfach auf dein Smartphone herunter (erfordert QR Code Software auf deinem Smartphone).